BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Minggu, 30 Januari 2011

Kesehatan

Push-up merupakan salah satu cara menjaga kesehatan

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.[1] Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.[2] Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang mempengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.[3] Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.[3] Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek.[4] Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan' dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang.[4] Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri.[5]


Kesehatan Menurut Undang-Undang

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:[6]

  1. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
  2. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
  3. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
  4. Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
  5. Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna
Bila kita sehat kita akan menikmati hidup lebih indah

Tujuan Kesehatan Dalam Segala Aspek

Salah satu tujuan nasional adalah memajukan kesejahteraan bangssa, yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan ketenteraman hidup.[7] Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah dan swasta bersama-sama.[7]

Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan secara khusus.[8] Tujuan dan ruang lingkup secara umum, antara lain:[8]

  1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  3. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.

Adapun tujuan dan ruang lingkup secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa:.[8]

  1. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
  2. Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
  3. Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
  4. Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
  5. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
  6. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
  7. Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
  8. Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan

[sunting] Tujuan Pembangunan Kesehatan

Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut:[9]

  1. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
  2. Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan.
  3. Peningkatan status gizi masyarakat.
  4. Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas).
  5. Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Dasar-Dasar Pembangunan Kesehatan

Dasar-dasar pembangunan nasional di bidang kesehatan adalah sebagai berikut:[9]

  1. Semua warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang optimal agar dapat bekerja dan hidup layak sesuai dengan martabat manusia.
  2. Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan rakyat.
  3. Penyelenggaraan upaya kesehatan diatur oleh pemerintah dan dilakukan secara serasi dan seimbang oleh pemerintah dan masyarakat.


Pendidikan

Artikel ini adalah bagian dari seri
Pendidikan di Indonesia
Tut Wuri Handayani.svg
Pendidikan anak usia dini

Taman kanak-kanak
Raudatul athfal
Kelompok bermain

Pendidikan dasar (Kelas 1-6)

Sekolah dasar
Madrasah ibtidaiyah
Kelompok belajar Paket A

Pendidikan dasar (Kelas 7-9)

Sekolah menengah pertama
Madrasah tsanawiyah
Kelompok belajar Paket B

Pendidikan menengah (Kelas 10-12)

Sekolah menengah atas/kejuruan
Madrasah aliyah/kejuruan
Kelompok belajar Paket C

Pendidikan tinggi

Akademi
Institut
Perguruan tinggi
Politeknik
Sekolah tinggi
Universitas

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.


Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup.

Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran.

Bagi sebagian orang pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."

Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam -- sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka -- walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.

Pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Jalur pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.

Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Program - program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF); Pendidikan Kesetaraan A, B, C; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Magang; dan sebagainya Lembaga PNF yaitu PKBM, SKB, BPPNFI, dan lain sebagainya.

Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Jenis pendidikan

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK).

Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.

Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

Pendidikan jasmani

Pendidikan jasmani di Jakarta di masa Hindia Belanda

Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.

Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB).

Tingkatan pendidikan di Indonesia

Usia Kelas Lembaga pendidikan
3 KB Taman Kanak-kanak
4 A
5 B
6 1 Sekolah dasar
7 2
8 3
9 4
10 5
11 6
12 7 Sekolah menengah pertama
13 8
14 9
15 10 Sekolah menengah atas/Sekolah menengah kejuruan
16 11
17 12
18
Akademi/Institut/Politeknik/Sekolah tinggi/Universitas
19
20
21

Kurikulum pendidikan di Indonesia

Jenis Ilmu↓ Mata Pelajaran↓ Jenjang (kelas)↓
# Nama # Nama SD SMP SMA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (IPA) 12 (IPA) 11 (IPS) 12 (IPS)
1 Ilmu Pendidikan 1 Agama Centang hijau
2 Kewarganegaraan
3 Jasmani dan Kesehatan
4 Teknologi Informatika dan Komputer
2 Ilmu Bahasa (dan Sastra) 1 Bahasa Indonesia Centang hijau
2 Bahasa Inggris
3 Bahasa Daerah
4 Bahasa Asing
3 Ilmu Alam 1 Matematika Centang hijau
2 Fisika Centang hijau Silang merah
3 Biologi
4 Kimia Silang merah Centang hijau
4 Ilmu Sosial 1 Sejarah Centang hijau
2 Geografi Centang hijau Silang merah Centang hijau
3 Ekonomi
4 Sosiologi Silang merah Centang hijau
5 Ilmu Seni (dan Budaya) 1 Seni Musik Centang hijau Silang merah
2 Seni Rupa
3 Seni Ketrampilan
4 Seni Tari
Jumlah mata pelajaran 13 16 13

TREND HIDUP MASA KINI dan DAKWAH SYETAN

TREND hidup masa kini dan dakwah SYETAN


Hidup ini terasa hampa tanpa musik” sepenggal kalimat ini sering kita dengar terlontar dari beberapa bibir fasik pecinta musik yang memang sudah sangat akrab sekali dalam kehidupan manusia disetiap saat dan waktu, kapanpun dan dimanapun hampir tak pernah luput dari hal yang satu ini ibarat ada gula ada semut sampai-sampai mereka ada yang meyakini tak bisa hidup tanpa musik, bila yang satu ini tak ada seolah semangat hidupnya hilang dan tak bergairah.

Sebagian orang tertentu di beberapa tahun terakhir meyakini dan bahkan mereka mengkampanyekannya bahwa musik bisa mempengaruhi daya pikir anak-anak menjadi lebih cerdas. Benarkah pernyataan ini atau hanya sekedar propaganda orang-orang tertentu untuk menjebak manusia agar semakin jauh dari ketenangan hidupnya dengan mencintai musik yang tidak lain adalah Qur’annya syetan lalu meninggalkan petunjuk ilahiah yang menunjuki manusia pada ketenangan abadi dunia dan akhirat yaitu Al Qur’an dan Islam.

Ada seorang dokter yang mengatakan bahwa keadaan janin/bayi di dalam kandungan itu sangat tergantung pada keadaan ibunya karena seluruh makanan dan asupan gizi bayi di terima darinya jadi jika si ibu hamil itu mengalami stres maka akan mengganggu asupan gizi yang diterima si bayi. Maka jika dalam keadaan stres seorang ibu hamil akan meningkat kadar renin angiotensin, yang memang sebelumnya sudah meningkat pada wanita hamil sehingga akan mengurangi sirkulasi rahim-plasenta-janin. Penurunan sirkulasi ini menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen kepada janin berkurang. Perkembangan otak dan kecerdasan janin pun terhambat. Hambatan semacam ini bisa dihilangkan atau dikurangi bila si ibu terhindar dari stres. Selanjutnya ia berkata bahwa musik klasik bisa menghilangkan tingkat stres.

Jadi inti dari masalah di atas adalah stres yang berakibat pada bayi lalu apakah obat dari stres itu hanya musik? Ini adalah syubhat batil yang di lontarkan para pecinta musik untuk membenarkan apa yang ia yakini. Padahal dalam kenyataannya belum ada pembuktian secara ilmiah bahwa ada seorang anak yang cerdas akibat seringnya mendengarkan musik.

Di dalam islam kita meyakini pendidikan bagi ibu hamil itu sangat penting seperti dianjurkannya banyak berzikir kepada Allah agar lebih merasa tenang dan tenteram dan ini adalah salah satu cara untuk menghindarkan stres karena semua yang ia perbuat bisa mempengaruhi janin yang dikandungnya contohnya makanan, makanan yang harus dimakan seorang muslim harus yang halal dan thayib (baik) karena intisari makanan ini akan menjadi sel-sel darah yang akan menjadi makanan bagi si janin jadi bagaimana halnya jika makanan yang ia makan adalah makanan yang haram. Jelas ini akan mempengaruhi keadaan si bayi ketika ia lahir.

Pada kehidupan umum banyak yang sangat menghindarkan musik dan kebisingan lainnya mereka lebih merasa tenang, rileks, fresh dan lebih jernih berpikir ketika berada dalam keheningan bahkan mencari kedamaian dengan pergi kegunung-gunung, vila dipinggiran kota hanya untuk melihat indahnya pemandangan alam yang jauh dari hiruk pikuk dan hingar bingar suara yang membuatnya penat, bosan dan stres ia lebih merasa senang dengan keadaan ini untuk mengembalikan kesegaran pikiran dan tubuhnya. Islam justru telah memberikan solusi tentang hal ini agar melepaskan diri beberapa saat dalam keseharian waktu kerjanya untuk zikir dan shalat sebagai solusi penyegaran kembali jasmani dan rohani.

Mari kita bandingkan pada anak-anak yang mendapat pendidikan secara islami dari orangtua mereka yang sangat berhati-hati sekali menghindarkan anak-anaknya dari hal diatas seperti musik, televisi dan pergaulannya. Justru kebanyakan dari anak-anak semacam ini jauh lebih cerdas bukan hanya dari sisi intelektual tapi juga sisi spiritual. Selain cerdas anak-anak yang mendapat pendidikan islami juga lebih terlihat dewasa dan berjiwa tenang tidak cengeng dalam menghadapi masalah. Terbukti anak-anak ini memiliki daya hapal yang kuat sehingga lebih mudah dalam mengingat pelajaran yang ia dapatkan karena pikirannya tidak disibukkan dengan berbagai hal yang seharusnya tidak menjadi bahan pikirannya seperti musik, televisi dan sebagainya. Para pendidik menanamkan kecintaan anak-anaknya pada Al Qur’an dengan cara mendengar, membaca dan mengajarinya untuk melafadzkan hingga banyak anak mampu menghapal Al Qur’an pada usia dini. Ini membuktikan bahwa seorang anak itu cerdas bukan karena musik atau yang lainnya yang mempengaruhi kecerdasannya melainkan peranan orangtua dalam memenej pendidikan anak-anaknya.

Hingga terungkaplah kebatilan yang meyakini bahwa musik bisa mempengaruhi kecerdasan anak. Sedangkan jika kita lihat definisi musik itu sendiri adalah kesatuan dari kumpulan suara melodi, ritme dan harmoni yang dapat membangkitkan emosi. Menurut Ibnu Qayyim kecenderungan orang-orang yang menyukai musik adalah karena adanya penyakit di dalam hatinya yang selalu cenderung condong menyenangi kefasikan dan kemaksiatan maka orang semacam ini ketika mendengarkan musik akan sangat merasa senang dan tubuhnya pun dengan seketika bereaksi karenanya. Apabila dilantunkan sebuah nyanyian niscaya akan masuklah nyanyian itu dengan segera ke dalam pendengaran dan hatinya, terbesit dari kedua matanya ungkapan perasaannya, kakinya bergoyang-goyang, menghentak-hentak ke lantai, bibirnya berkata-kata, tangannya bertepuk gembira, dan tubuhnya meliuk menari-nari, api syahwat kerinduan dalam dirinya pun memuncak. Ya inilah definisi musik tadi yang sedang kita bahas. Bahkan mungkin mereka ini adalah orang-orang yang telah menghalalkan apa yang telah Allah haramkan melalui kalam-Nya dan melalui sunnah Rasul-Nya,” Sesungguhnya akan ada segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina, kain sutera, khamr, dan alat musik” (HR. Bukhari)

Jelaslah orang-orang semacam ini sangat senang dengan kefasikan dan kemaksiatan maka tatkala mereka mendengar Al Qur’an (ketika dibacakan) mereka tak merasakan apapun tak pernah terbersit ketenangan dalam hatinya bahkan mereka menghindarinya karena Al Qur’an adalah kebenaran dan ia bertolak belakang dengan apa yang mereka senangi tapi jika keburukan yang datang dengan serta merta hati mereka menyambutnya. Allah berfirman: “Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: “Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?”. (QS. Al Hajj: 72)

Sesungguhnya musik dan nyanyian adalah Qur’annya syetan sebagai candu bagi hati yang condong kepada kefasikan dan kemaksiatan dan Allah pun telah memberikan obat stres terbaik bagi mereka yang condong pada kebaikan sebagaimana firman-Nya,”Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetarlah karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah”. (QS. Az Zumar : 23)

Dan firman-Nya,”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” [QS. Ar-Ra�d: 28-29]